Jumat, 30 Maret 2012

Sistem Pertanaman


A.   Pertanaman Tunggal (Monoculture)
Pertanaman Tunggal (Monoculture) adalah penanaman satu jenis tanaman secara berulang kali pada suatu luasan lahan tertentu. Pertanaman tunggal dapat dilakukan untuk tanaman semusim maupun tanaman tahunan.
1)      Contoh pertanaman monokultur untuk tanaman pangan semusim seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau serta tanaman sayuran seperti kacang panjang, caysin, kankung, bawang daun, dll.
2)      Contoh pertanaman monokultur untuk tanaman tahunan seperti kelapa sawit, karet dan teh.

B.   Pertanaman Ganda (Multiple Cropping)
Pertanaman ganda (Multiple Cropping) adalah suatu sistem pertanaman atau usahatani yang mengusahakan dua atau lebih tanaman budidaya pada suatu luasan lahan tertentu. Tujuan pertanaman ganda adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan dan mengurangi resiko kegagalan panen.
Bentuk-bentuk pertanaman ganda:
1)      Tumpang Sari (Intercropping)
Sistem tumpang sari, yaitu sistem bercocok tanaman pada sebidang tanah dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman dalam waktu yang bersamaan. Sistem tumpang sari ini, disamping petani dapat panen lebih dari sekali setahun dengan beraneka komoditas (deversifikasi hasil), juga resiko kegagalan panen dapat ditekan, intensitas tanaman dapat meningkat dan pemanfaatan sumber daya air, sinar matahari dan unsur hara yang ada akan lebih efisien.
Ada tiga jenis bertanam tumpang sari yakni :.
·        Tanaman campuran (Mixed Cropping) adalah penanaman dua atau lebih jenis tanaman secara bersama-sama di atas lahan yang sama dengan tidak memperhatikan jarak tanam.
·         Tanaman baris (Row Intercropping) di atas lahan yang sama ditanam dua atau lebih tanaman dengan mempertimbangkan baris-baris dan jarak tanam tertentu.
·         Sedangkan dalam system tanam tumpang sari pita/jalur  (Strip Intercropping) di atas lahan yang sama ditanam dua atau lebih tanaman  dalam jalur-jalur yang ditentukan. Sistem tumpangsari jenis terakhir ini sering disebut sebagai system surjan.
2)      Sistem penanaman ganda yang lain yaitu sistem tumpang gilir, yang merupakan cara bercocok tanaman dengan menggunakan 2 atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah dengan pengaturan waktu. Penanaman kedua dilakukan setelah tanaman pertama berbunga. Sehingga nantinya tanaman bisa hidup bersamaan dalam waktu relatif lama dan penutupan tanah dapat terjamin selama musim hujan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar